Pages

Subscribe:

Friday, April 13, 2012

Perbedaan Strategi, Pendekatan, Metode, Taktik, Teknik dan Model


PERBEDAAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN

Pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran, taktik pembelajaran termasuk komponen proses pembelajaran yang kemudian disatukan ke dalam sebuah model yang sering dinamakan dengan Model Pembelajaran. Secara hierarkis bisa digambarkan sebagai berikut:


Gambar 1. Hubungan Pendekatan, Strategi,
Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Wina Senjaya, 2008). Variabel strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu:


a.              Strategi Pengorganisasian (Organizational Strategy)
Merupakan cara untuk menata isi suatu bidang studi. Kegiatan ini berhubungan dengan tindakan pemilihan isi/materi, penataan isi, pembukaan diagram, format dan sejenisnya.
b.             Strategi Penyampaian (Delivery Strategy)
Merupakan cara untuk menyampaikan pembelajaran pada siswa dan/atau untuk menerima serta merespon masukan dari siswa.
c.              Strategi Pengolahan (Management Strategy)
Merupakan cara untuk menata interaksi antar siswa dan variabel strategi pembelajaran lainnya.
Selanjutnya dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat).
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.





Sumber Artikel:

Sudrajat, Akhmad. 2008. Pendekatan Strategi Metode Teknik dan Model Pembelajaran. Diakses dari http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/ pada tanggal 26 Maret 2012.

Saturday, November 26, 2011

Angket


Kelompok 5 / Rombel 2
Anggota:
  1. Utari Yulianingsih / 4301409010
  2. Lina Putri Cahyaningtyas / 4301409014
  3. Indah Puji Rahayu / 4301409017
  4. Ika Fatmawati / 4301409022
  5. Sri Romlah / 4301409026

LEMBAR OBSERVASI PRAKTIKUM
SINTESIS KALIUM NITRAT & BIL. OKSIDASI NITROGEN

Tujuan : Mengamati sikap dan keterampilan mahasiswa dalam kegiatan praktikum
sintesis kalium nitrat dan penentuan bil. oksidasi nitrogen di laboratorium
Kimia Anorganik
Aspek yang diamati:
  1. Tata tertib di laboratorium kimia anorganik`
  2. Dinamika kelompok
  3. Keterampilan dalam setting peralatan
  4. Keterampilan dalam melaksanakan percobaan
Indikator:
  1. Tata tertib di laboratorium kimia anorganik
  1. Ketepatan waktu kedatangan (10 menit lebih awal)
  2. Memakai sepatu dan jas praktikum
  3. Mengancingkan jas praktikum
  4. Memakai masker dan sarung tangan
  5. Membawa lap
  6. Membawa diktat praktikum
  7. Membuat alur kerja sebelum pelaksanaan praktikum
  8. Menulis alat yang dibond di buku bond alat
  9. Mengembalikan alat yang dibond kepada asisten/laboran/dosen
  10. Pengecekan peralatan sebelum praktikum
  11. Menjaga ketenangan dan ketertiban saat praktikum
  12. Membuat laporan sementara
  13. Melaporkan laporan sementara kepada asisten/dosen
  14. Membersihkan kembali tempat praktikum
  1. Dinamika kelompok
  1. Membantu anggota kelompok / bukan anggota kelompok
  2. Kekompakan dalam kerja kelompok
  1. Keterampilan dalam setting alat
  1. Melakukan setting alat tanpa bantuan
  2. Alat dapat berfungsi
  1. Keterampilan dalam melaksanakan percobaan
  1. Mengetahui fungsi alat
  2. Mengetahui cara menggunakan alat tanpa bantuan asisten
  3. Memahami alur kerja praktikum
  4. Melakukan alur kerja dengan urut
PERCOBAAN SINTESIS KALIUM NITRAT
  1. Alat dan Bahan
Alat:
  1. Gelas kimia 100 mL (2)
  2. Cawan penguapan (1)
  3. Corong gelas (1)
  4. Gelas kimia 200 mL (1)
Bahan-bahan
  1. Kalium krorida
  2. Natrium nitrat
  3. Aquades
  4. Kertas saring
  1. Cara Kerja
Pembuatan Garam Kalium Nitrat:
  1. Panaskan 100 mL aquades
  2. Larutkan 15 g KCl dan 17 g NaNO3 masing-masing dalam 30 mL air panas
  3. Campur kedua larutan tersebut, kemudian uapkan dalam penangas air sampai volume larutan menjadi 40 mL
Pemurnian Kristal Kalium Nitrat:
  1. Larutan kristal yang dihasilkan dengan sedikit aquades dengan cara pemanasan
  2. Dinginkan larutan tersebut, kemudian saring kristal bebas ion tersebut
  3. Timbang kristal yang diperoleh dan hitung rendemennya

PERCOBAAN BILANGAN OKSIDASI NITROGEN
  1. Alat dan Bahan
Alat:
  1. Tabung reaksi
  2. Gelas kimia 250 mL
  3. Labu erlemeyer 100 mL
  4. Batang pengaduk
  5. Penjepit
  6. Gelas ukur
  7. 1 set pembakar spirtus
  8. Cawan petri
  1. Cara Kerja
  1. Reaksi redoks asam nitrat dengan garam nitrat
Experiment 1: Reaksi asam nitrat dengan tembaga
  1. Masukkan logam tembaga ke dalam tabung reaksi. Tambahkan beberapa tetes asam nitrat pekat
  2. Encerkan 2 mL asam nitrat untuk memperoleh larutan asam nitrat 7 M. Tambahkan 3 keping tembaga dan perhatikan gas yang terbentuk
Experiment 2: Pemanasan garam Nitrat
  1. Panaskan KNO3 dalam tabung reaksi
  2. Dalam tabung reaksi yang berbeda, panaskan Cu(NO3)2 padat. Uji gas yang dihasilkan dan sisa padatan dalam tabung reaksi
  3. Amati perubahan yang terjadi pada kedua tabung

Experiment 3: Reduksi Nitrat dalam larutan basa
  1. Kedalam tabung reaksi masukkan 2 mL HNO3 2M dan 5 mL larutan NaOH encer.
  2. Tambahkan satu keping logam Al, kemudian panaskan. Periksa gas yang dihasilkan menggunakan kertas lakmus
  1. Reaksi redoks asam nitrit
Experiment 4: Pembentukan dan Reaksi Redoks Asam Nitrit
  1. Dinginkan 10 mL asam sulfat encer dalam tabung reaksi dengan es selama 5 menit
  2. Masukkan asam sulfat tersebut ke dalam tabung yang berisi 1 gram NaNO3
  3. Catat warna larutan, senyawa apa yang terbentuk
  4. Bagilah larutan menjadi 3 bagian. Panaskan tabung 1 kemudian amati gas yang terbentuk
  5. Ke dalam tabung kedua, tambahkan sedikit KI. Amati perubahannya.
  6. Ke dalam tabung ketiga, tambahkan KMnO4 dan amati perubahannya
  1. Experiment 5 Reaksi Ion Ammonia
  1. Panaskan 1 g (NH4)2Cr2O7 dalam tabung reaksi berisi ammonia
  2. Amati reaksi yang terjadi



Lembar Observasi Praktikum Sintesis Kalium Nitrat:
No
Tindakan
Pengamatan
Ya
Tidak
1.
Datang paling lambat 10 menit sebelum praktikum dimulai




2.
Memakai jas praktikum




3.
Mengancingkan jas praktikum




4.
Memakai sarung tangan




5.
Memakai masker




6.
Membawa lap/serbet untuk menjaga kebersihan




7.
Mengikat rambut jika rambut panjang




8.
Memasukkan kerudung untuk keselamatan




9.
Membawa diktat praktikum




10.
Tidak menaruh tas atau barang lain yang dapat mengganggu praktikum di meja praktikum selama praktikum berlangsung




11.
Mengisi daftar hadir




12.
Menyiapkan sendiri alat dan bahan yang dibutuhkan




13.
Mengecek kondisi alat dan bahan yang dibutuhkan




14.
Mengecek kebersihan alat sebelum praktikum




15.
Memahami alur kerja praktikum yang dilaksanakan




16.
Melakukan praktikum dengan tertib




17.
Berbincang-bincang hal diluar praktikum




18.
Bekerja sama dengan anggota kelompok dalam pelaksanaan praktikum




19.
Bekerja sama dengan anggota kelompok lain dalam pelaksanaan praktikum




20.
Bekerja sendiri saat pelaksanaan praktikum




21.
Menimbang KCl dan NaNO3 dengan benar




22.
Mematikan spirtus dengan benar




23.
Mengatur suhu waterbath dengan benar




24.
Mengukur volume dengan benar




25.
Melipat kertas saring dengan benar




26.
Membuang zat hasil percobaan sesuai prosedur




27.
Membuang sampah pada tempat sampah




28.
Bertanya pada asisten jika kurang mengerti




29.
Tidak serius melakukan praktikum




30.
Melakukan praktikum dengan bercanda




31.
Menulis alat yang akan dipinjam pada buku bond alat




32.
Melapor pada asisten ketika mengembalikan alat yang dibond




33.
Melapor pada asisten jika memecahkan alat




34.
Menuliskan lembar pengamatan




35.
Menghitung rendemen yang dihasilkan




36.
Mengumpulkan hasil pengamatan




37.
Menyerahkan kristal yang dihasilkan kepada asisten/dosen




38.
Meminta ACC pada Asisten/Dosen




39.
Dapat menjawab post test saat ACC lembar pengamatan




40.
Membersihkan alat selesai praktikum




41.
Membersihkan meja praktikum




42.
Mengecek kembali kelengkapan dan kebersihan alat yang akan dikembalikan




43.
Menata alat praktikum dalam keranjang




44.
Mengembalikan alat praktikum sesuai tempatnya




45.
Menata kursi pada tempatnya




Skor







Lembar Observasi Praktikum Sintesis Kalium Nitrat:
No
Tindakan
Pengamatan
Ya
Tidak
1.
Datang paling lambat 10 menit sebelum praktikum dimulai




2.
Memakai jas praktikum




3.
Mengancingkan jas praktikum




4.
Memakai sarung tangan




5.
Memakai masker




6.
Membawa lap/serbet untuk menjaga kebersihan




7.
Mengikat rambut jika rambut panjang




8.
Memasukkan kerudung untuk keselamatan




9.
Membawa diktat praktikum




10.
Tidak menaruh tas atau barang lain yang dapat mengganggu praktikum di meja praktikum selama praktikum berlangsung




11.
Mengisi daftar hadir




12.
Menyiapkan sendiri alat dan bahan yang dibutuhkan




13.
Mengecek kondisi alat dan bahan yang dibutuhkan




14.
Mengecek kebersihan alat sebelum praktikum




15.
Memahami alur kerja praktikum yang dilaksanakan




16.
Melakukan praktikum dengan tertib




17.
Berbincang-bincang hal diluar praktikum




18.
Bekerja sama dengan anggota kelompok dalam pelaksanaan praktikum




19.
Bekerja sama dengan anggota kelompok lain dalam pelaksanaan praktikum




20.
Bekerja sendiri saat pelaksanaan praktikum




21.
Mengencerkan larutan dengan benar




22.
Melakukan pemanasan KNO3 dan Cu(NO3)2 dengan benar




23.
Menggunakan pipet tetes dengan benar




24.
Menunjukan gas dan perubahan warna yang terjadi langsung kepada asisten




25.
Melakukan alur kerja dengan urut




26.
Membuang zat hasil percobaan sesuai prosedur




27.
Membuang sampah pada tempat sampah




28.
Bertanya pada asisten jika kurang mengerti




29.
Tidak serius melakukan praktikum




30.
Melakukan praktikum dengan bercanda




31.
Menulis alat yang akan dipinjam pada buku bond alat




32.
Melapor pada asisten ketika mengembalikan alat yang dibond




33.
Melapor pada asisten jika memecahkan alat




34.
Menuliskan lembar pengamatan




35.
Menghitung rendemen yang dihasilkan




36.
Mengumpulkan hasil pengamatan




37.
Menyerahkan kristal yang dihasilkan kepada asisten/dosen




38.
Meminta ACC pada Asisten/Dosen




39.
Dapat menjawab post test saat ACC lembar pengamatan




40.
Membersihkan alat selesai praktikum




41.
Membersihkan meja praktikum




42.
Mengecek kembali kelengkapan dan kebersihan alat yang akan dikembalikan




43.
Menata alat praktikum dalam keranjang




44.
Mengembalikan alat praktikum sesuai tempatnya




45.
Menata kursi pada tempatnya




Skor





Catatan: Tiap tindakan yang muncul diberi skor 1. Total skor 45.

Nilai =